Ray Sahetapy Tutup Usia: Perjalanan Karier Legendaris dan Perjuangan Melawan Sakit

pasecrets – Dunia hiburan Indonesia berduka. Aktor legendaris Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) pukul 21.04 WIB di usia 68 tahun. Kabar ini diumumkan langsung oleh putranya, Surya Sahetapy dan Rama Sahetapy, melalui unggahan di Instagram12. Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Duka Sentosa Blok C, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Perjuangan Kesehatan Ray Sahetapy

Ray Sahetapy telah lama berjuang melawan stroke sejak Juli 2023, yang menyebabkan penurunan berat badan dan kesulitan berbicara19. Menurut adiknya, Charly Sahetapy, Ray juga mengalami komplikasi paru-paru dan sempat dirawat di ICU beberapa kali sebelum akhirnya berpulang. “Dia sempat tersedak, hampir meninggal juga satu kali. Pemeriksaan menunjukkan paru-parunya cukup parah,” ujar Charly.

Kenangan dari Keluarga dan Karya Legendaris

Melalui Instagram, Surya Sahetapy mengunggah foto bersama sang ayah dengan pesan: “Selamat jalan, Ayah! We always cherish the memories of our time with you”215. Ia juga menitipkan salam untuk mendiang kakaknya, Gisca Puteri Agustina Sahetapy, yang telah meninggal pada 2010.
Ray Sahetapy dikenal melalui film-film ikonik seperti Tjoet Nja’ Dhien (1988), The Raid (2011), dan Captain America: Civil War (2016)1416. Meski adegannya di film Marvel dipotong, versi lengkapnya masih bisa dinikmati melalui rilis Blu-Ray. Di panggung teater, ia aktif bersama kelompok seperti Teater Populer dan Teater Koma1.

Duka dari Rekan Selebritas

Ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Merdianti Octavia, menantu Ray, sempat membagikan potret perjuangan kesehatan sang aktor di media sosial8. Banyak rekan selebritas dan penggemar juga berduka, menyebut Ray sebagai sosok inspiratif yang meninggalkan warisan tak ternilai1214.

Ray Sahetapy akan dikenang sebagai aktor berbakat dengan tujuh nominasi Piala Citra FFI sepanjang kariernya16. Selamat jalan, Ray Sahetapy.

In Memoriam Mat Solar: Jejak Legenda Komedi RT 05 yang Abadi dalam Dunia Hiburan Indonesia

pasecrets – Dunia hiburan Indonesia dikabarkan sedang berduka. Kabar meninggalnya aktor senior Muhammad “Mat” Solar disampaikan oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi pada Selasa (4/6/2024). Almarhum disebutkan mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setelah dua tahun berjuang melawan penyakit komplikasi.

Profil Singkat Mat Solar

Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 12 September 1962, Mat Solar dikenal sebagai aktor serba bisa. Karier aktingnya dimulai pada awal 1980-an sebagai figuran di teater lokal sebelum akhirnya diorbitkan ke dunia sinetron dan film.

Perjalanan Karier yang Dikenang

  1. Awal Karier (1985-1990): Nama Mat Solar pertama kali diperkenalkan melalui sinetron “Bunga di Tepi Jalan” (1987) yang ditayangkan oleh TVRI. Peran antagonisnya dalam sinetron tersebut membuatnya dinominasikan sebagai Aktor Pendukung Terbaik di Festival Sinetron Nasional 1988.
  2. Era Keemasan (1990-2000): Popularitasnya melonjak setelah ia dipasang sebagai pemeran utama dalam sinetron komedi “RT 05” (1995-1999). Serial ini diakui sebagai salah satu program televisi dengan rating tertinggi pada era 90-an.
  3. Ekspansi ke Film: Sebanyak 15 film layar lebar telah dibintanginya, termasuk “Laskar Biru” (2003) yang berhasil meraih Piala Citra untuk kategori Film Terbaik.

Duka dari Rekan Seniman

Rasa kehilangan turut diungkapkan oleh rekan-rekan seprofesi. Sutradara Budi Santoso, yang kerap diajak kolaborasi oleh Mat Solar, menyatakan: “Dia adalah aktor yang selalu diandalkan dalam proyek apa pun.” Sementara itu, putri sulung almarhum, Dian Solar, menjelaskan bahwa “Jenazah ayah akan disemayamkan di Surakarta sesuai wasiatnya.”

Pemakaman dan Kontribusi Terakhir

Jenazah Mat Solar akan dimakamkan di Kampung Sawit, Surakarta, pada 6 Juni 2024. Selain karya seni, almarhum meninggalkan yayasan pelatihan akting yang didirikan untuk membantu pemuda dari keluarga kurang mampu.