Drama Adu Penalti di Paris: Les Bleus Singkirkan Kroasia Menuju Semifinal Nations League

pasecrets – Timnas Italia harus mengakhiri perjalanannya di UEFA Nations League 2024/25 setelah bermain imbang 3-3 dengan Jerman di Allianz Stadium, Turin, Senin (24/3) dini hari WIB. Hasil ini membuat Gli Azzurri tersingkir dengan kekalahan agregat 5-4.

Awal yang Menjanjikan

Italia membuka pertandingan dengan sangat impresif. Federico Chiesa membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-15 melalui tendangan keras dari luar kotak penalti. Nicolo Barella kemudian menggandakan keunggulan Italia pada menit ke-34 setelah memanfaatkan umpan cantik dari Lorenzo Pellegrini.

Hat-trick Havertz Mengubah Segalanya

Namun, Die Mannschaft -julukan timnas Jerman- membuktikan kualitasnya sebagai salah satu tim terbaik dunia. Kai Havertz menjadi pahlawan dengan mencetak hat-trick yang luar biasa. Gol pertamanya hadir di penghujung babak pertama (45′), disusul gol kedua pada menit ke-67, dan gol ketiga yang dramatis di menit ke-89.

Federico Bernardeschi sempat menyamakan kedudukan untuk Italia di masa injury time (90+2′), namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tim asuhan Luciano Spalletti karena kalah agregat.

“Ini adalah pertandingan yang luar biasa dengan intensitas tinggi. Kami menunjukkan karakter yang kuat untuk bangkit dari ketinggalan 2-0,” ujar pelatih Jerman Julian Nagelsmann.

Statistik Pertandingan:

  • Penguasaan Bola: Italia 52% – Jerman 48%
  • Total Tembakan: Italia 15 – Jerman 14
  • Tembakan ke Gawang: Italia 7 – Jerman 6
  • Tendangan Sudut: Italia 8 – Jerman 5
  • Pelanggaran: Italia 12 – Jerman 14
  • Kartu Kuning: Italia 2 – Jerman 3

Komentar Pelatih

Pelatih Italia Luciano Spalletti mengakui keunggulan lawannya: “Kami memulai pertandingan dengan sangat baik, tapi Jerman menunjukkan kualitas mereka. Hat-trick Havertz benar-benar mengubah jalannya pertandingan. Kami harus belajar dari kekalahan ini dan bangkit untuk kompetisi selanjutnya.”

Langkah Selanjutnya

Dengan kemenangan ini, Jerman akan melaju ke semifinal UEFA Nations League untuk menghadapi Prancis yang baru saja mengalahkan Kroasia melalui adu penalti. Sementara Italia harus fokus pada persiapan menghadapi Piala Eropa 2024.

“Kami sangat senang bisa lolos ke semifinal. Menghadapi Prancis tentu akan menjadi pertandingan yang sangat menarik,” tambah Nagelsmann.

Federico Chiesa Dikecam Setelah Liverpool Tersingkir dari Piala FA oleh Plymouth Argyle

pasecrets – Liverpool mengalami kekalahan mengejutkan di tangan Plymouth Argyle di babak keempat Piala FA, dan salah satu pemain yang paling banyak mendapat kritik adalah Federico Chiesa. Pemain sayap asal Italia ini bermain penuh selama 90 menit, tetapi gagal memberikan dampak signifikan dalam pertandingan tersebut.

Chiesa, yang bergabung dengan Liverpool dari Juventus pada musim panas 2024, telah mengalami masa sulit sejak pindah ke Anfield. Meskipun sempat mencetak gol pertamanya untuk Liverpool dalam kemenangan 4-0 atas Accrington Stanley di babak ketiga Piala FA38, performanya melawan Plymouth dianggap sangat mengecewakan. Mantan bintang tim nasional Inggris, Karen Carney, menyebut penampilan Chiesa sebagai “buruk” dan “jauh dari performa terbaiknya”.

Pertandingan melawan Plymouth menunjukkan beberapa kelemahan Chiesa. Dia hanya berhasil melakukan dua tembakan dan sering kehilangan duel serta bola. Kritik juga datang dari para penggemar Liverpool di media sosial, yang mengkhawatirkan hilangnya kecepatan Chiesa yang sebelumnya menjadi salah satu kekuatan utamanya.

federico-chiesa-dikecam-setelah-liverpool-tersingkir-dari-piala-fa-oleh-plymouth-argyle

Manajer Liverpool, Arne Slot, membela keputusannya untuk merotasi skuad dan memberikan kesempatan kepada pemain cadangan, tetapi dia juga mengakui bahwa hasil dan performa tim tidak memuaskan. Slot menekankan pentingnya memberikan waktu bermain kepada semua pemain untuk menjaga ritme permainan, terutama dengan jadwal yang padat di sisa musim ini.

Kekalahan ini menambah tekanan pada Chiesa, yang sekarang harus membuktikan dirinya kembali di sisa musim ini. Dengan Liverpool masih bersaing di tiga kompetisi lainnya, termasuk Liga Premier dan Liga Champions, Chiesa memiliki kesempatan untuk menebus performa buruknya dan membantu tim meraih kesuksesan di akhir musim.